PROFIL





1.        Nama Pondok Pesantren            : Baitul Izzah
2.      Nomor Keterangan Terdaftar    : Kd.10.12/PP.00.7/Pekapontren/003/2009
3.      Alamat                                              : Jl. Raya karangsinom, RT 01 Rw 01
 RW 01, Kec. Kandanghaur-Indramayu
 Jawa Barat.
4.      Pengasuh                                         : Ust. Aris Setiawan
5.      Ketua Ponpes                                 : Drs. Bambang Mulyo Yudono
6.      Tahun Berdiri                                 :  2002
7.      Jumlah Santri                                 : 97 orang
8.      Jumlah Tenaga Pengajar             : 10 orang
9.    Sarana & Prasarana                        :
a.    Luas Tanah keseluruhan       : 1.340 m²
b.    Luas bangunan                        : 987 m²
c.     Ruang Belajar                          : 2 Lokal
d.    Masjid                                        : 1 Lokal
e.    Perpustakaan                          : 1 Lokal
f.      Ruang Guru                              : 1 Lokal
g.    WC Guru                                    : 3 Lokal
h.    WC Santri                                  : 18 Lokal
10.    Prestasi                                            : -
11.    Jumlah Alumni                               : 332 Ustadz / Ustadzah


 

Video Profile Ponpes Baitul Izzah Indramayu

LDII Ramaikan JIC Dengan Halaqoh Tahfidzul Qur'an



LDII menghelat tahfidz masal di Jakarta Islamic Center (7/8). Kegiatan ini sudah dihelat dua kali dan pada perhelatan yang ketiga ini, diadakan secara masal mengundang 10.000 orang tahfidz se-Jabodetabekten.

Berdasarkan pantauan LinesIndonesia, saat ini sudah ada beberapa peserta yang hadir meski acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Peserta terlihat memasuki gerbang JIC, ada yang menunggu sambil menikmati jajanan kaki lima di sekitar JIC.

Menurut rencana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy akan membuka acara disusul oleh Ketua MUI Pusat Yusnar Yusuf. Pakar Pendidik Malik Fadjar juga direncanakan hadir memberikan materi.

Selain itu, beberapa Syeikh Masjidil Harom yang menjadi guru dari beberapa Ulama LDII seperti Kholil Bustomi, Abdulloh Mas’ud, dan  Abdul Aziz Ridwan saat menimba ilmu di Mekkah, akan hadir memberikan tausyiah dan semangat  kepada para peserta halaqoh.
Menghafal Alquran menjadi cara agar generus muslim  tidak terpengaruh terhadap kerusakan jaman. Gerakan menghapal Al-Quran kelak akan memicu kebangkitan umat Islam yang dimulai dari generasi muda.

Akhir-akhir ini memang marak pengaruh homo seks dan lesbian, radikalisme, narkoba, korupsi, dan pengaruh buruk lainnya menjangkiti generasi muda. Ini menjadi beberapa alasan mengapa LDII menggalakan gerakan menghapal Al-Quran

Abdul Aziz Ridwan dalam perhelatan Tahfidz Quran yang dihelat di Ponpes Minhaajurosyidin beberapa waktu lalu (24/4), memberikan nasihat dan manfaat dalam menghafal alqruan.
Pertama, Alquran sebagai detak kehidupan. Artinya, sikap dan tingkah laku dipenuhi dengan nilai-nilai Alquran. Hal itu terlihat dari ketenangan jiwa yang dimiliki.
Kedua, Alquran sebagai penjaga urusan, yaitu menjadi penyelamat dan petunjuk dalam menjalankan kehidupan.

“Berpegangan pada jalannya Allah, juga berpegangan pada Allah. Melalui Alquran, kita akan selalu dijaga. Al-Quran adalah penyembuh penyakit yang ada di dalam tubuh sekaligus rahmat. Warga LDII supaya menghayati maknanya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Yang ketiga, Alquran sebagai pembersih jiwa. Maksudnya dengan rutin membaca Alquran, Perlahan-lahan sifat jelek akan hilang. Memahami alquran akan menjadikan insan yang berbudi pekerti yang luhur serta mencerminkan pemuda atau pemudi salih dan salihah. Terakhir, Alquran sebagai jalur keselamatan. Alquranlah yang membuat seseorang mendapat kesuksesan dunia dan akhirat.


Cegah Maraknya HOAX, LDII Inisiatif Buat Protokol Media Islami



Jumlah pengguna internet di seluruh Indonesia kini telah mencapai 136 juta orang, sedangkan pengguna Facebook sendiri telah menyentuh angka 88 juta orang. Seiring dengan besarnya angka pengguna internet, maka peluang penyebaran berita palsu atau hoax terbuka lebar.
Hal itu diungkapkan Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul saat menjadi narasumber pengajian rutin DPD LDII Makassar di Masjid Raudhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Hidayat, hoax yang tersebar di media sosial adalah bagian dari perang proksi. Selain itu, hoax dijadikan sebagai alat untuk mengadu domba. “Bangsa ini sedang di adu domba. Akibatnya, kita saling melecehkan karena hoax,” ujar anggota White List Nusantara Kemkominfo ini.
Pihaknya mengatakan, LDII mengajak warganya agar santun dan produktif di media sosial. “Warga LDII jangan menyebar berita bohong. Baca berulang-ulang sebuah informasi sebelum menyebarkannya,” kata pria yang juga aktif sebagai Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini.

Ia mengingatkan, sebuah informasi yang telah disebar di media sosial, tidak akan bisa dihapus. “Ada yang disebut jejak digital. Yang menjadi persoalan adalah jika penyebar hoax telah meninggal dunia, sedangkan pesannya telah menjadi viral,” tuturnya.

Untuk itu, kata Hidayat, LDII mendorong penerapan protokol media sosial yang islami. “Informasi hoax adalah sumber perpecahan. Karena itu, harus mengedepankan klarifikasi atau tabayyun,” ujar pakar telematika ini.

Pihaknya mengingatkan dampak buruk informasi palsu yang beredar. “Jika kita salah mengkonsumsi obat, maka bisa berobat ke dokter. Namun, jika salah mengkonsumsi informasi, maka gaya hidup bisa berubah menjadi hedonis,” katanya.

Senada dengan Hidayat, pengajar Ponpes Raudhatul Jannah, Ustadz Abdul Muhsin mengajak peserta pengajian LDII meningkatkan ibadah pada 2017. “Orang yang cerdas adalah orang mengoreksi diri dan yang beramal sebagai bekal untuk kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan mendapat ampunan Allah SWT,” ujarnya. (wicak)

Sumber : www.ldii.or.id

HIKMAH MENIKAH






Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama. Kemudian diciptakan-Nya Hawa sebagai jodohnya dengan maksud agar Adam merasa tenteram hidupnya. Demikianlah yang tersirat dalam Al Quran surah Al A’raf ayat 189. Jadi, menikah itu sudah disyariatkan sejak jaman Nabi Adam.
 
Rasulullah Nabi Muhammad SAW menyabdakan tentang kehidupan dirinya: “Aku di malam hari bertahajud tapi juga tidur. Di siang hari kadang berpuasa, kadang juga tidak puasa. Dan aku pun menikah. Barangsiapa yang benci pada sunnahku maka dia bukan golonganku”. (HR Muslim). Selanjutnya beliau menganjurkan: “Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah memiliki kemampuan untuk menikah maka menikahlah. Menikah itu dapat lebih mengendalikan pandangan dan mencegah pelanggaran syahwat”. (HR Al Bukhari).

Hikmah selanjutnya dari menikah adalah membawa rejeki. Sebagaimana janji Allah: “Nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, baik laki-laki maupun perempuan. Kalau mereka dalam keadaan fakir, Allah akan memberi mereka kecukupan”. (QS An Nuur 32). Sebagaimana Rasulullah SAW menyabdakan: “Nikahlah kalian karena isteri itu bisa mendatangkan rejeki”. (HR Al Hakim). Orang yang sudah menikah biasanya lebih bisa mengatur keuangannya. Ketika masih lajang gajinya habis untuk sendiri. Tapi setelah punya isteri jadi cukup untuk berdua, malah masih bisa menabung. Begitulah kalau Allah memberi rejeki.

Bila seseorang meninggal dunia maka putuslah semua amalannya. Karena dia sudah tidak bisa lagi shalat, puasa, maupun ibadah yang lain. Tapi ada tiga hal yang bisa tetap mengalirkan pahala meskipun yang bersangkutan sudah terbujur di alam kubur, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendoakannya. (HR Abu Dawud). Sedangkan anak yang shalih hanya bisa dimiliki oleh orang yang sudah menikah.

Orang yang menikah juga akan mendapat pahala yang lebih banyak. Karena apa yang dia berikan untuk anak isterinya berupa sandang pangan maupun papan akan bernilai sedekah di sisi Allah. Sampai-sampai hubungan badan dengan isterinya pun bisa menjadi pahala. Begitulah yang disabdakan oleh Rasulullah. Maka para sahabat bertanya: “Apakah betul, ya Rasulullah, bahwa orang melampiaskan syahwatnya kepada isterinya bisa menjadi pahala?” Rasulullah menjawab: “Bukankah kalau dia menyalurkannya kepada selain isterinya akan menjadi dosa? Berarti kalau dia menyalurkannya kepada isterinya tak pelak akan menjadi pahala”. (HR Muslim). (*)

Oleh: H Aceng Karimullah

Sumber: www.ldii.or.id

MENANGGULANGI RASA WAS-WAS



Oleh : H. Aceng Karimullah

Apabila kita sedang salat, misalnya salat Zuhur, kemudian kita merasa ragu apakah kita sudah dalam rakaat yang ke-4 atau masih dalam rakaat yang ke-3? Maka Rasulullah SAW mengajarkan agar kita segera mengambil keputusan dengan cara menganggap bahwa kita sedang dalam rakaat yang ke-3. Kemudian kita tambahi satu rakaat lagi dan akhirilah dengan sujud sahwi. Selesai. Kalau kita tidak segera mengambil keputusan maka bisa jadi sepanjang salat kita hati hanya bertanya-tanya saja “rakaat ke-3 apa ke-4?” dan kekhusyu’an salat kitapun akan terganggu.
Demikian pula ketika ada seseorang melapor kepada Rasulullah bahwa dia dalam salatnya merasa seolah-olah keluar angin. Rasulullah pun menjawab bahwa dalam keadaan ragu seperti itu orang tadi disuruh untuk segera mengambil keputusan dengan sabda beliau: “Lanjutkan salatmu, jangan hiraukan perasaan ragu yang mengganggumu kecuali kalau engkau yakin ada suaranya atau ada baunya alias engkau yakin bahwa itu adalah buang angin betulan”. Karena kalau hanya sekedar ragu, bisa jadi perasaan ragu itu justeru dihembus-hembuskan oleh syetan agar kekhusyu’an salat kita hilang.
Dalam hal berwudu, Rasulullah pernah berwudu dengan menggunakan air hanya +/- setengah liter. Karena kewajiban membasuh anggota wudu itu hanya 1 kali – 1 kali. Kalau kita membasuhnya 2 kali – 2 kali atau 3 kali – 3 kali, itu sifatnya kesempurnaan. Dan itu sudah cukup untuk menghilangkan hadas kecil. Maka kita pun harus merasa cukup dengan itu karena kalau berwudu dengan membasuh anggota wudu melebihi 3 kali – 3 kali itu malah tidak boleh. Rasulullah pun pernah mandi dengan menggunakan air hanya satu sho’ (+/- 3 liter) dan itu cukup untuk menghilangkan hadas besar. Kita harus ingat bahwa manusia yang paling bertaqwa dan paling wara’ itu adalah beliau Rasulullah. Namun beliau tidak pernah memberat-beratkan diri dalam beribadah dan memang beliau tidak suka kepada orang yang memberat-beratkan diri dalam beribadah.
Mengapa orang bisa ragu alias waswas? Karena pada hakekatnya orang tsb. punya rasa kurang percaya diri. Maka Rasulullah mengajarkan agar kita percaya diri saja untuk tidak mengikuti godaan syetan yang suka menghembus-hembuskan keraguan atau rasa waswas tadi. Orang yang waswas memang perlu dibantu agar punya rasa percaya diri dan merasa cukup dengan apa yang diajarkan atau dicontohkan oleh Rasulullah.

Sumber : www.ldii.or.id

BUPATI INDRAMAYU MENGAJAK LDII MENSUKSESKAN KASEP DAN BETONISASI


Bupati Indramayu, Hj Anna Sopanah mengajak seluruh elemen warga LDII terus berkontribusi mensukseskan Program Kerja Kabupaten Indramayu. Hal ini disampaikan dalam acara pengukuhan kepengurusan DPD LDII Kabupaten Indramayu periode 2013-2018.




Dalam paparannya, ada dua program utama yang akan dijalankan Anna menyongsong hadirnya tahun 2014. Program tersebut adalah Kartu Sehat dan Pintar (KASEP) dan Betonisasi Jalan.
“Kami mengajak seluruh elemen warga LDII untuk membantu kami mensukseskan program KASEP dan Betonisasi ini,” ujar Anna.

Kasep hadir dalam upaya mengakomodir kebutuhan masyarakat Indramayu akan bantuan Kesehatan yang mencapai total 50% dari seluruh warga. Pusat telah mengakomodir 14%, dan sisanya ada di pundak kita.

“Maka bantu kami disini, tolong bantu audit di lapangan, jika ada yang tidak tepat sasaran maka laporkan. Dan jika ada masyarakat yang membutuhkan, namun belum tersentuh maka laporkan juga pada kami, “ kata Anna.
Berkaitan dengan betonisasi, sepanjang 1 km jalan membutuhkan dana 3 miliar rupiah. Sedangkan panjang jalan yang perlu dilakukan pembetonan di Indramayu sepanjang 860 km. Maka seluruhnya dibutuhkan dana sebesar 2,58 triliun. Maka diperlukan bantuan dana untuk mempercepat pembangunan dari berbagai pihak dan stakeholder.
Selain itu LDII sebagai organisasi berbasis dakwah keagamaan memiliki hubungan erat dengan semboyan Kabupaten Indramayu, yaitu Religius Mandiri Maju dan Sejahtera (REMAJA).
“Dalam semboyan Kabupaten saya mengedepankan kata Religius, itu dalam upaya mengubah image dari Juara Dunia Tawuran menjadi Juaranya mengaji. Alhamdulillah semboyan ini semakin kuat mengakar di masyarakat, bahwa Indramayu telah berubah. Tentunya LDII memiliki peranan vital disini,“ kata Anna.

Berkenaan dengan pengukuhan kepengurusan DPD LDII Kabupaten Indramayu, maka Anna mengingatkan agar LDII dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik sesuai dengan hasil Musyawarah Daerah. Terutama dalam bidang agama dan dakwah sebagai icon utama LDII.

Bertempat di Masjid Nashrullah, Indramayu Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat Drs. H Bahruddin, MM mengukuhkan kepengurusan DPD LDII Kabupaten Indramayu periode 2013-2018. Pada periode ini LDII Indramayu dikomandoi oleh Ruswa Winata, S.Pd, M.Si.

Dalam paparannya kepada LDII Network News, Ruswa mengatakan akan meneruskan program Ketua sebelumnya dan memastikan kita akan berkontribusi meningkatkan pembangunan di Indramayu.
“Saya melihat masalah mental dan karakter adalah masalah utama di negeri ini, maka pembangunan dalam konteks fisik dan kepribadian akan menjadi prioritas utama program kerja kedepan,” ujar Ruswa.

Secara rinci, beberapa hal yang akan dioptimalkan adalah peningkatan kinerja organisasi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, pemberdayaan potensi LDII, peningkatan peran serta sosial dan peningkatan kerukunan hidup inter dan antar umat beragama.

Bersamaan dengan pengukuhan pengurus DPD LDII Kabupaten Indramayu, Tokoh Pembangunan Kabupaten Indramayu H Irianto MS Syafiuddin memberikan hibah satu buah mobil ambulace untuk DPD LDII Kabupaten Indramayu. Hibah ini dimaksudkan untuk melibatkan secara aktif LDII dalam mendukung Indramayu sehat







“Saya berharap kerjasama antara kita dapat terus terbangun, utamanya dalam membangun umat. Sudah sejak MUSDA saya janjikan akan memberikan mobil, selain pembiayaan musda saat itu. Kita harapkan keberadaan mobil ambulance ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yance, panggilan akrab H Irianto.

Yance melihat keberadaan Ponpes LDII Indramayu yang memiliki Poskestren dari kerjasama dengan Kementrian Kesehatan perlu dikembangkan. Maka selain menerima masyarakat untuk berobat, sudah waktunya LDII juga dapat melakukan jemput bola apabila terjadi urgensi kebutuhan masyarakat akan jasa kesehatan dari LDII.

Mewakili LDII, Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Indramayu H AR Amirudin mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas bantuan mobil tersebut. Beliau berjanji akan membarokahkan keberadaan mobil ambulace hibah ini untuk kemaslahatan umat.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya atas berbagai bantuan yang diberikan, dan ajakan kerjasama dalam mensukseskan berbagai lini pembangunan Kabupaten Indramayu. Insya Alloh LDII siap bersama-sama mensukseskan Kabupaten Indramayu Religius Maju Mandiri dan Sejahtera,” ungkap Amir. Serempak 1000 audience yang hadir langsung mengamini dan mengatakan siap untuk Indramayu Sehat. (Fredy/LDII Network News).
 
Support : Creating Website | Ba'iz Template | Taufik Template
Copyright © 2017. BAITUL IZZAH - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger